Sulawesi Tenggara Membangun

SAYEMBARA menulis landmark Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) bekerja sama dengan Harian Kendari Pos diperuntukkan bagi generasi muda. Sayembara tersebut terbagi ke dalam dua kategori, (1) siswa SMA sederajat, serta (2) mahasiswa dan umum. Mereka bercerita tentang pembangunan, manfaat, dan masa depan lima mahakarya Gubernur Sulawesi Tenggara era Ali Mazi–Yusran Silondae dan era Nur Alam–Saleh Lasata. Lima landmark tersebut yakni Tugu Persatuan, bandara Haluoleo, masjid Al Alam, RSU Bahteramas, dan jembatan Bahteramas. Sayembara menulis landmark ini adalah sebuah gagasan yang sangat cemerlang dalam memacu kreativitas generasi muda. Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric. begitu cemas dengan kondisi generasi bangsa saat ini. Mereka tidak punya kepedulian lagi dalam mengembangkan wawasan. Tingkat literasi di Indonesia bahkan berada pada urutan buntut dari negara-negara lain. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Dalam memecahkan persoalan tersebut, Unsultra bersama Kendari Pos memulainya dari Sulawesi Tenggara. Kita harus mampu mencari solusi terbaik agar literasi generasi muda dapat meningkat. Lahirlah sayembara menulis lima landmark Sulawesi Tenggara tersebut

Sulawesi Tenggara Membangun